CARA EFEKTIF BETERNAK BELUT DI DALAM DRUM

CARA EFEKTIF BETERNAK BELUT DI DALAM DRUM

Belut adalah jenis hewan air melata berbentuk menyerupai ular yang mempunyai kandungan gizi sangat banyak seperti protein, kalsium, karbohidrat dan lain sebagainya. Akhir-akhir ini banyak sekali orang yang mencari peruntungan dengan cara beternak belut seiring dengan banyaknya permintaan dan juga ketersedian belut yang semakin menipis. Salah satu cara efektif beternak belut adalah dengan menggunakan media drum.

Kelebihan Beternak Belum di Drum

Cara beternak belut di dalam drum ini mempunyai banyak kelebihan dibanding menggunakan media tambak atau sawah diantaranya tidak membutuhkan lahan yang luas dan juga bisa dimonitoring kapanpun anda ingin karena kebanyakan beternak belut di dalam drum tidak menggunakan lumpur tapi air sebagai medianya. Selain itu, modal yang dibutuhkan pun menjadi lebih sedikit dan tingkat kerugian pun bisa diminimalisir.

Media yang Baik Untuk Beternak Belut di Dalam Drum

Ada beberapa media budidaya belut dalam drum yang umum digunakan dan terbukti efektif mempercepat hasil panen diantaranya terdiri dari media lumpur kering, kompos, jerami padi, pupuk TSP, dan juga mikroorganisme stater. Untuk peletakkannya, pertama bagian dasar drum dilapisi jerami dengan ketebalan 10 cm. Lalu di atas jerami disiramkan 1 liter mikroorganisme stater. Selanjutnya tambahkan kompos setinggi 5 cm dan media teratas yaitu lumpur kering setinggi 10 cm yang sudah ditambahkan pupuk TSP sebanyak 5 kg. Karena belut membutuhkan air sebagai habitat hidupnya, Drum wajib diberi air dengan ketinggian 5-10 cm dari media teratas.

Bibit Belut yang Dimasukkan

Setelah media telah siap, selanjutnya adalah memasukkan bibit belut. Dalam proses ini, bibit belut tidak boleh dimasukkan langsung karena harus didiamkan selama kurang lebih 2 minggu untuk terjadinya proses fermentasi. Lalu media yang telah terfermentasi itu akan menghasilkan sumber pakan alami yang berasal dari jentik nyamuk, cacing, zooplankton dan juga jasad-jasad renik. Setelah 2 minggu proses fermentasi, barulah masukkan bibit belut yang berkisar antara 150-200 ekor.

Pakan yang Baik Untuk Belut di Dalam Drum

Salah satu kunci keberhasilan  beternak belut di dalam drum adalah pemberian pakan yang tepat. Memang tidak ada ketentuan baku mengenai volume pemberian pakan belut di dalam drum. Namun sebaiknya pakan diberikan sebanyak 5 % dari jumlah bibit yang dimasukkan. Contohnya ketika kita memasukkan bibit sebanyak 2 kg, maka pakan yang harus diberikan berkisar antara 100 gram-200 gram. Untuk jenis pakan yang diberikan sebaiknya terdiri dari cacing, kecebong, ikan-ikan kecil, juga cacahan keong mas atau bekicot. Waktu pemberian pakan dilakukan pada hari ke-3 setelah bibit ditebar ke dalam drum dan diberikan pada sore hari untuk menyesuaikan aktifitas yang dilakukan belut ketika mencari makan di alam bebas.

Kualitas Air yang Digunakan

Air mempunyai peran penting dalam beternak belut di dalam drum. Selain harus menggunakan kualitas air yang baik, air begitu dibutuhkan untuk membuang sisa makanan agar tidak menumpuk yang bisa mengakibatkan penyakit untuk belut. Penggunaan air ini bisa dilakukan dengan  metode mengalirkan air bersih kedalam drum. Dianjurkan air yang masuk berbentuk percikan air, hal ini cocok dilakukan dengan menggunakan paralon sebagai media pengalir air.

Lalu untuk saluran pembuangan bisa dilakukan dengan cara membuat lobang drum pada ketinggian 8 sentimeter dari genangan air pada media. Selain sebagai cara untuk mengatur pembuangan sisa kotoran, percikan air juga bermanfaat sebagai tambahan oksigen bagi belut.

Waktu Panen Belut

Setidaknya membutuhkan waktu 3-4 bulan sejak proses pemasukkan bibit belut ke dalam drum. Di dalam satu drum, biasanya bibit belut yang bisa masuk adalah sekitar 2 kg dengan ukuran bibit belut kisaran 11-13 cm. Adapun harga bibit belut di pasaran dengan panjang bibit 7-12 cm dijual seharga 55.000/kg (1 kg kurang lebih 76-111 ekor). Sedangkan ketika sudah panen, harga belut melonjak naik menjadi Rp. 32.000/kg yang berisi 4-6 ekor belut siap konsumsi.

Peluang Bisnis Ekspor Belut

Permintaan Belut yang meningkat ternyata tidak hanya datang dari dalam negeri. Permintaan dari luar pun sangat tinggi. Kandungan DHA yang melebihi ikan salmon membuat masyarakat di negara negara besar seperti Jepang, Tiongkok dan negara-negara lainnya selalu mengkonsumsi belut sebagai hidangan sehari-hari.

Contohnya di Jepang yang hampir seluruh masyarakatnya gemar mengkonsumsi ikan segar, daging Sidat(belut air) yang dikenal dengan sebutan unagi adalah menu andalan di restoran. Tak heran jikalau belut asli Jepang (anguilla japonica) masuk dalam daftar hewan langka yang tidak boleh diperdagangkan secara bebas oleh Konvensi Perdagangan Internasional untuk Hewan-Hewan Langka (CITES). Tentu ini adalah peluang emas yang harus digarap oleh kita.

Demikian penjelasan singkat mengenai cara beternak belut di dalam drum beserta ulasan mengenai usaha ekspor belut. Semoga bermanfaat dan menjadi inspirasi bagi kita semua. Berikut adalah video cuplikan seorang koki di salah satu restoran di Jepang ketika memotong belut untuk dimasak menjadi menu utama di restoran tersebut.

Back To Top