MENGENAL JENIS-JENIS SABLON UNTUK KAOS

Bisnis distro atau sablon kaos memang sedang tren di kalangan anak muda belakangan ini termasuk saya. Sejak pertengahan 2014 silam, saya merintis usaha sablon kaos bersama teman saya yang kuliah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Alhamdulillah sampai saat ini, usaha dengan modal awal 50 juta rupiah ini masih tetap berjalan. Ini Membuktikan usaha sablon kaos memang tak lekang oleh waktu.

Jenis Sablon Kaos yang Umum Digunakan

Bagi teman-teman yang berencana memulai usaha sablon kaos, tapi belum mengetahui apa saja jenisnya. Saya akan membahasnya satu persatu agar kita mempunyai gambaran ketika nanti memilih jenis sablon apa yang akan dipakai.

1. Sablon Rubber

Para pelaku usaha sablon sering menyebutnya sablon karet dikarenakan sablon ini bersifat menutupi serat kain yang timbul serta hasil sablon yang sangat elastis. Sablon rubber ini merupakan jenis tinta sablon yang paling banyak digunakan karena tingkat kepekatannya yang cocok untuk menyablon kain berwarna gelap. Selain itu, jenis rubber ini biasanya dimanfaatkan untuk sablon dasar sebelum kain disablon dengan yang lain. Keunggulannya adalah sablon ini cenderung awet, bisa disetrika, dan harganya yang cukup murah.

2. Sablon Pigmen

Sablon ini hanya bisa digunakan untuk menyablon warna kain yang terang. Pigmen mempunyai sifat seperti tinta yang dapat menyerap ke serat kain. Kekurangannya adalah tidak bisa digunakan untuk kain berwarna gelap karena warna sablon akan kalah dengan warna kain itu sendiri.

3. Sablon Plastisol

Sablon ini terbuat dari minyak atau biasa disebut PVC yang mempunyai daya rekat sangat kuat. Plastisol menjadi salah satu jenis sablon mahal karena mempunyai beberapa kelebihan seperti dapat mencetak dot atau raster dengan ukuran sangat kecil. Untuk dapat mengeringkan sablon plastisol ini dibutuhkan suhu minimal 160 derajat celcius sehingga membutuhkan sebuah alat khusus untuk mengeringkannya.

4. Sablon Glow in The Dark

Sesuai namanya, sablon ini memiliki kelebihan dapat menyala ketika kita membawanya ke tempat gelap. Sablon Glow in The Dark terbuat dari campuran fosfor dan bahan dasar lainnya. Usaha sablon yang saat ini saya geluti pun menyediakan sablon glow in the dark namun dengan harga yang berbeda dari sablon biasanya.

5. Sablon Flocking

Pada proses penyablonan, biasanya ditambahan bahan seperti beludru untuk lapisan agar membentuk permukaan timbul yang disatukan dengan perekat tertentu. Ada 2 jenis bahan yang digunakan, yaitu lembaran dan bubuk. Khusus untuk jenis lembaran, dibutuhkan mesin pres supaya daya rekat lebih kuat.

6. Sablon Glitter

Jenis sablon Glitter ini berbentuk tinta yang dikombinasikan dengan zat mengkilat. Banyak orang yang menyebutkan sablon glitter ini adalah sablon terbaik karena hasil yang tampak modern karena unsur transparan yang dihasilkan terlihat indah.

7. Sablon Foil

Satu lagi jenis sablon istimewa yang sering diburu para konsumen kaos, Sablon Foil. Keistimewaan dari sablon foil ini adalah sablonan tampak mengkilat dan hasilnya jernih. Ketika proses penyablonan dengan foil, ditambahkan lapisan kertas logam yang direkatkan dengan perekat khusus.

8. Sablon DTG

DTG adalah Kependekan dari Direct to Garment adalah sebuah proses dimana gambar dicetak langsung kedalam kaos. Berbeda dengan jenis sablon sebelumnya yang bersifat manual dalam proses pengerjaannya, Sablon DTG membutuhkan mesin digital/printer dalam prosesnya.

9. Sablon 3D

Akhir-akhir muncul terobosan baru dalam dunia persablonan yaitu dengan munculnya teknologi sablon 3D dimana hasil sablon tampak hidup karena dapat dilihat dalam 3 sudut pandang. Tidak Semua gambar bisa dijadikan 3D. Anda harus memilih dan menggabungkan beberapa gambar agar dapat menjadi 3D.

10. Sablon Polyflex

Inilah jenis sablon yang sedang saya jadikan usaha bersama teman. Sablon Polyflex ini menjadi buah bibir di kalangan para pegiat usaha sablon karena kehadirannya yang cukup diminati konsumen. Ada 2 jenis Polyflex berdasarkan cara prosesnya, yaitu Cutting dan Printing.

Proses Cutting dikerjakan menggunakan mesin cutting untuk membentuk suatu tulisan atau gambar dengan warna tertentu. Kelemahan dari proses cutting adalah tidak bisa mengerjakan gambar full color atau gradasi warna.

Sementara itu Proses Printing selangkah lebih maju dari proses cutting. Karena dalam prosesnya adalah dicetak menggunakan tinta, maka gambar berwarna pun dapat dibuat.

Kedua proses ini dilakukan setelah sebelumnya desain/gambar di setting di komputer yang telah terhubung ke mesin tersebut. Langkah selanjutnya setelah Proses Cutting/Printing adalah proses penggabungan gambar kepada kaos dengan menggunakan mesin pres bersuhu 160 derajat celcius.

Begitulah gambaran mengenai jenis-jenis sablon yang dapat anda jadikan referensi ketika nanti berniat membuka usaha sablon kaos yang sedang digandrungi oleh para kawula muda saat ini. Semoga artikel ini bermanfaat. Jika ada pertanyaan jangan sungkan untuk menanyakannya langsung kepada saya.

Back To Top