PENGALAMAN NAIK BUS MALAM DI JEPANG

PENGALAMAN NAIK BUS MALAM DI JEPANG

Pengalaman naik bus malam di Jepang dari Yokohama menuju Nagoya menggunakan Willer Express Bus dengan berbagai fasilitas menarik di dalamnya.

Berbicara mengenai transportasi di Jepang memang tak henti-hentinya kita dibuat takjub. Kecanggihan fasilitas serta ketepatan waktu berbagai alat transportasi umum di Jepang membuat nyaman semua orang yang tinggal di sana termasuk saya. Tak hanya kereta, pernah saya mencoba naik bus malam ketika pulang backpacker-an dari Tokyo.

Memesan Tiket Bus

Willer Express adalah salah satu perusahaan bus raksasa yang ada di jepang. Kebanyakan armadanya beroperasi pada malam hari. Ketika pulang dari Tokyo 29 Januari silam, saya berkesempatan merasakan nyamannya terlelap di bus malam Willer Express ini.

Untuk tiket, anda harus memesan jauh-jauh hari sebelumnya agar tidak kehabisan. Biasanya tiket dijual secara online di situs resmi Willer Express. Pembayarannya pun bisa dilakukan dengan berbagai cara baik melalui Konbini (Minimarket) maupun menggunakan Credit Card.

Saya memesan tiket dari Yokohama keberangkatan pukul 16:35 menuju Nagoya dengan tarif 5900 yen. Bus yang saya tumpangi ini termasuk bus low price class. Biasanya harga tiket bisa mencapai 10.000 yen dengan berbagai fasilitas tambahan.

Meskipun low price class, kita bisa menikmati berbagai fasilitas seperti Monitor untuk menonton film, mendengarkan musik, atau juga bermain game.  Jauh berbeda dengan Bus malam yang ada di Indonesia. hehehe

Ketika backpacker-an saya sarankan anda untuk mencoba bus malam karena selain murah, juga bisa menghemat biaya karena kita tidak perlu mencari penginapan karena tidur di bus malam sangat nyaman dan menyenangkan.

Kenapa saya bilang bus malam di Jepang menyenangkan? Saya sangat kagum dengan bus Willer Express ini. ketika saya naik, penumpang yang lain rata-rata adalah orang kantoran yang keesokan  harinya harus pergi bekerja. Melihat kondisi seperti itu, supir bus ini sadar bahwa bus ini memang digunakan untuk tidur, Oleh karena itu sang pengemudi pun memberikan informasi menggunakan pengeras suara namun dengan suara perlahan sehingga tidak mengganggu penumpang yang sedang terlelap.

Untungnya, semua penumpang di bus ini memang langsung tertidur karena kelelahan. Tak terlihat ada yang bercanda atau mengobrol dengan suara keras. Lampu bus pun diredupkan dan entah bagaimana, selama perjalanan 5 jam menuju Nagoya saya tidak merasakan benturan atau goyangan. Sayapun dapat tertidur nyenyak sampai Nagoya dengan ketepatan waktu sampai yang akurat.

Ketika Turun Bus

Berbeda dengan cara turun Bus di Indonesia yang selalu diburu-buru oleh kondekturnya, di Jepang tak ada istilah kondektur bus. Penumpang bus malam di Jepang tidak perlu menunggu sambil berdiri di dekat pintu keluar ketika akan siap-siap turun. cukup menekan tombol merah yang terletak di dekat jendela, setelah itu tetaplah duduk manis di kursi masing-masing sampai bus benar-benar berhenti sempurna.

Keluarlah dengan tertib setelah dipersilakan oleh sang supir. tidak perlu saling dorong layaknya mengantri santunan sembako. Bus tidak akan tiba-tiba jalan kembali sebelum semua penumpang yang ingin turun keluar semua. Jangan lupa ketika turun untuk menyerahkan tiket bus kepada si supir. Jadi usahakan tiket bus jangan sampai hilang.

Itulah pengalaman saya ketika naik bus malam di Jepang. Memang di negara maju seperti Jepang, fasilitas dan kenyamanan menjadi hal utama bagi pelanggan. Kita doakan semoga dunia transportasi Indonesia bisa seperti Jepang. Aamiin.

Back To Top