SENI ORIGAMI KHAS JEPANG

SENI ORIGAMI KHAS JEPANG

Origami (折り紙)adalah seni melipat kertas untuk membentuk suatu objek tertentu seperti hewan atautumbuhan dan benda-benda lainnya. Seni origami khas Jepang ini biasanya dimainkan oleh anak-anak di Jepang yang sudah ada sejak zaman dahulu kala. Namun banyak juga orang dewasa yang kecanduan bermain origami ini. Origami berasal dari 2 kata yaitu Ori(折り) yang berarti melipat dan Gami/Kami (紙) yang artinya kertas.

Adakah yang tahu dari mana asal mula lahirnya origami? Jika anda menjawab Jepang maka jawaban anda salah. Banyak orang mengira origami berasal dari Jepang, padahal sebenarnya sejak tahun 200-300 masehi, origami sudah ada di Tiongkok dan kemudian diperkenalkan kepada orang Jepang yang merupakan utusan kerajaan Jepang penganut Agama Buddha.

Kisah Origami Tsuru dan Sadako

Ada jenis origami yang sangat populer di Jepang bernama Origami Tsuru(折り紙弦) atau origami burung bangau. Ternyata ada kisah menarik dibalik Origami Tsuru yang biasa dijadikan hiasan dinding ini dan mungkin sebagian orang belum tahu.

Anda tahu Sadako? tapi kisah ini bukan bercerita tentang Sadako yang menyeramkan yang  tiba-tiba keluar dari sumur atau televisi. Sadako Sassaki, remaja cerdas  yang menjadi korban bom Hiroshima Agustus 1945 silam. Ketika ledakan bom atom itu terjadi, Sadako baru berusia 2 tahun. Dampak dari bom itu ia didiagnosa dokter mengidap penyakit leukemia. Sudah dipastikan selang beberapa tahun kemudian dampak dari radiasi bom tersebut akan bertambah parah bagi kesehatan Sadako.

Pada 3 Agustus 1955, Chizuko Hamamoto salah satu sahabat baik Sadako menjenguk ke rumah sakit dan membawa selembar kertas berwarna emas yang kemudian dipotong persegi empat lalu melipatnya sehingga membentuk burung bangau. Konon menurut cerita kuno yang beredar di Jepang, siapa saja yang sanggup melipat 1000 burung bangau kertas maka apa yang diinginkannya akan dikabulkan oleh dewa.

Tapi ternyata Sadako gagal menyelesaikan 1000 buah, ia hanya sanggup membuat 644 buah sebelum akhirnya ia meninggal pada 25 Agustus 1955 di usia 15 tahun. Mendengar kabar tersebut, para sahabat Sadako bertekad melanjutkan usaha Sadako hingga akhirnya tercapai 1000 buah burung bangau kertas lalu dikuburkan bersama dengan jasad Sadako.

Setelah kejadian itu akhirnya pada tahun 1958, untuk mengenang Sadako maka dibuatlah sebuah patung Sadako memegang burung bangau emas yang dipajang di Taman Monumen Perdamaian di Hiroshima atau disebut juga Genbaku Dome.

Tepat di kaki patung Sadako ada sebuah plakat yang berbunyi : これは僕らの叫びです。これは私たちの祈りです。世界に平和を築く為の (kore wa bokura no sakebi desu. kore wa watashitachi no inori desu. Sekai ni heiwa wo kizuku tame no) yang kurang lebih artinya adalah “Ini adalah seruan kami, ini adalah doa kami, untuk membangun kedamaian di dunia”.

Patung Sadako juga dibangun di Seattle Peace Monument & Park. Sosok Sadako ini menjadi simbol perdamaian dan dampak perang nuklir. Selain itu, ia juga dinobatkan sebagai pahlawan wanita bagi para gadis di Jepang. Hampir seluruh sekolah di Jepang, kisah Sadako ini diceritakan sebagai materi pembelajaran dan pada setiap 6 Agustus disepakati sebagai hari perdamaian dedikasi untuk Sadako.

Jenis-jenis Origami

Setelah mengetahui sejarah origami dan juga kisah sedih Sadako, saatnya kita untuk mengenal beberapa jenis origami yang lumrah dibuat oleh anak-anak serta cara pembuatannya.

Origami Benda Hidup

Jenis makhluk hidup yang sering dibuat menjadi origami terdiri dari hewan dan tumbuhan misalnya katak, sapi, gajah, siput, bunga sakura dan masih banyak lagi. Karakter-karakter hewan yang lucu dan menarik selalu menjadi pilihan utama anak-anak dalam membuat origami meskipun dengan tingkat kesulitan yang tinggi.

Origami Benda Mati

Membuat origami benda mati sama sulitnya seperti membuat origami benda hidup. Misalnya yang paling umum dibuat adalah kincir angin, shuriken, kotak, dan lain-lain. Berikut ini step by step cara membuatnya.

Perkembangan Origami

Seiring berjlannya waktu, di zaman modern ini perkembangan origami semakin pesat di seluruh dunia. Terbukti dengan banyak didirikannya komunitas-komunitas origami. Selain itu ada juga kejuaraan origami dunia yang rutin diadakan setiap tahun.

Di Indonesia sendiri terdapat Klub Origami Indonesia (KOI) yang didirikan April 2006 di Bandung. Atau ada juga Sanggar Origami Indonesia (SOI) yang didirikan oleh Maya Hirai merupakan wadah berkumpulnya para pecinta origami di tanah air. Kehadiran komunitas-komunitas tersebut semakin membuktikan bahwa saat ini budaya Jepang sedang digandrungi oleh masyarakat di Indonesia.

Origami memang budaya dari luar, namun kehadirannya tak dapat dipungkiri sangat bermanfaat khususnya dalam dunia pendidikan bagi anak-anak. Belajar Origami akan melatih daya kreatifitas dan otak kanan kita. Tak ada salahnya mulai sekarang kita mencoba melatih anak kita salah satunya dengan mengenalkan origami tersebut.

Back To Top